Bahan Bakar E10 di Indonesia: Yang Perlu Diketahui Setiap Pengendara Motor Tentang Kebijakan Baru
Jakarta, 20 Oktober 2025 — Ketika Presiden Prabowo menyetujui kebijakan bahan bakar E10 pekan lalu, reaksi pertama Agus Setiawan bukanlah tentang manfaat lingkungan atau pengurangan impor BBM. Mekanik berusia 34 tahun dari Tangerang itu langsung memikirkan puluhan sepeda motor di bengkelnya. “Apakah ini akan merusak mesin pelanggan saya?” tanyanya dalam hati.
Agus tidak sendirian. Di berbagai forum sepeda motor, grup Facebook, dan komunitas WhatsApp di seluruh Indonesia, jutaan pengendara mengajukan pertanyaan yang sama: Apa itu E10? Apakah akan merusak motor saya? Perlukah saya khawatir tentang mesin saya?
Saat Indonesia bersiap menghadapi salah satu perubahan kebijakan bahan bakar terbesar dalam beberapa dekade, berikut adalah semua yang perlu diketahui oleh para pengendara motor.
Apa Itu Kebijakan Bahan Bakar E10?

Pada tanggal 7 Oktober 2025, Presiden Prabowo Subianto menyetujui kebijakan bahan bakar E10 wajib di Indonesia, menandai perubahan signifikan dalam strategi energi nasional. E10 berarti bahan bakar yang mengandung 10% etanol yang dicampur dengan 90% bensin biasa.
Tujuan utama kebijakan ini adalah untuk:
- Mengurangi ketergantungan Indonesia pada bahan bakar impor.
- Menurunkan emisi karbon dan mendorong penggunaan bahan bakar yang lebih bersih.
- Mendukung sektor pertanian domestik (petani jagung dan tebu).
- Memperkuat ketahanan energi nasional.
“Kami mengadakan rapat dengan Bapak Presiden tadi malam, dan beliau telah memberikan lampu hijau untuk rencana kami mengenai kebijakan wajib etanol 10 persen (E10),” umum Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, di Jakarta.
Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari inisiatif biofuel yang sudah ada di Indonesia. Pemerintah meluncurkan biodiesel B40 (campuran 40% minyak sawit) pada awal tahun 2025, dan Pertamina sudah memperkenalkan Pertamax Green 95 yang mengandung 5% etanol. Pertamina berencana memulai implementasi E10 pada tahun 2026, meskipun tanggal pasti peluncurannya belum diumumkan.
Apa yang Terjadi Setelah Kebijakan E10 Diterapkan oleh Pertamina?


Transisi ini tidak akan terjadi dalam semalam, tetapi pengendara motor Indonesia dapat memperkirakan adanya perubahan signifikan pada ketersediaan bahan bakar.
Jajaran produk bahan bakar Pertamina akan berubah:
- Pertalite (saat ini paling populer) kemungkinan besar akan mengandung 10% etanol.
- Seri Pertamax (seperti Pertamax Green 95) mungkin akan melihat peningkatan kandungan etanol dari 5% menjadi 10%.
- Bahan bakar kelas premium seperti Pertamax Turbo mungkin akan tetap bebas etanol atau memiliki kandungan etanol yang rendah.
“Bapak Menteri (Lahadalia) mendorong penguatan ekosistem biofuel, dan kami telah memulainya dengan biodiesel B40. Tahun depan, seperti yang dikatakan Menteri, kami berencana untuk mulai menerapkan kebijakan E10,” konfirmasi Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri.
Meskipun harga resmi belum diumumkan, pengalaman internasional menunjukkan bahwa bahan bakar E10 mungkin sedikit lebih murah daripada bensin murni, karena etanol dari jagung dan tebu domestik lebih murah daripada minyak impor. Namun, penghematan bahan bakar (jarak tempuh per liter) mungkin berkurang 3-5%, yang berpotensi meniadakan penghematan harga tersebut.
Kementerian ESDM menyatakan bahwa kendaraan yang beroperasi di Indonesia kompatibel dengan bahan bakar yang mengandung etanol hingga 20%. Namun, kandungan etanol saat ini dibatasi hingga 10% “karena penilaian yang sedang berlangsung mengenai ketersediaan bahan baku etanol, khususnya jagung dan tebu,” menurut Direktur Jenderal Eniya Listiani Dewi.
Dampak Etanol Terhadap Mesin Sepeda Motor


Inilah poin yang paling mengkhawatirkan bagi sebagian besar pengendara motor Indonesia. Etanol berperilaku berbeda dari bensin murni dalam beberapa hal penting yang secara langsung memengaruhi mesin motor.
- Pelarut dan Perusak Material: Etanol adalah pelarut yang dapat melarutkan dan merusak bahan tertentu, terutama selang bahan bakar karet, segel dan paking karet, tangki bahan bakar fiberglass yang lebih tua, dan beberapa jenis komponen plastik.
- Menarik Air (Higroskopis): Etanol bersifat higroskopis, artinya menarik air dari udara. Karakteristik ini menyebabkan kelembapan menumpuk di tangki bahan bakar dari waktu ke waktu, yang dapat menyebabkan pemisahan fasa (phase separation)—campuran air-etanol terpisah dari bensin—yang akhirnya memicu korosi, karat, dan masalah performa mesin.
- Kandungan Energi Lebih Rendah: Etanol memiliki kandungan energi yang lebih rendah. E10 mengandung sekitar 3-4% energi lebih sedikit, yang berarti sedikit mengurangi penghematan bahan bakar. Pengendara mungkin akan melihat penurunan jarak tempuh 3-5% per kilometer per liter.
Motor Modern (Dibuat Setelah 2010): Sebagian besar motor yang diproduksi setelah tahun 2010 dirancang untuk menangani bahan bakar E10, karena produsen menggunakan bahan yang tahan etanol, termasuk selang bahan bakar fluoroelastomer, paking dan segel yang kompatibel dengan etanol, dan komponen sistem bahan bakar yang tahan korosi.
Motor Tua (Dibuat Sebelum 2010): Sepeda motor yang lebih tua, terutama yang diproduksi sebelum tahun 2010, mungkin mengalami degradasi sistem bahan bakar, seperti:
- Selang karet menjadi lunak, bengkak, atau retak.
- Masalah karburator, termasuk penumpukan pernis dan penyumbatan jet.
- Korosi tangki, terutama pada motor dengan tangki baja.
- Kebocoran segel akibat paking yang rusak.
Pengalaman Inggris menunjukkan bahwa sekitar 600.000 kendaraan, termasuk banyak motor tua, dianggap tidak kompatibel ketika mereka beralih dari E5 ke E10 pada September 2021. Para ahli otomotif Inggris menyarankan bahwa kendaraan yang terdaftar sebelum tahun 2002 sebaiknya tidak menggunakan bahan bakar E10.
Pengalaman internasional dengan E10 menunjukkan masalah yang dilaporkan pengendara motor:
- Sulit dihidupkan, terutama setelah motor tidak digunakan selama berminggu-minggu.
- Idling kasar atau tersendat saat berakselerasi.
- Kebocoran sistem bahan bakar yang muncul tiba-tiba.
- Penyumbatan jet karburator lebih sering.
- Korosi pada tangki bahan bakar.
Apa yang Perlu Anda Waspadai untuk Mesin Motor Anda


Pengendara motor Indonesia harus mengambil langkah proaktif untuk melindungi mesin mereka saat E10 menjadi standar. Pendekatannya sangat berbeda tergantung pada usia dan jenis sistem bahan bakar motor Anda.
Untuk Motor Modern (Injeksi, Setelah 2010)
- Cek Kompatibilitas: Periksa manual pemilik untuk pernyataan kompatibilitas bahan bakar etanol atau hubungi dealer resmi.
- Rutin Digunakan: Kendarai motor Anda setidaknya seminggu sekali. Ini mencegah bahan bakar terlalu lama mengendap di tangki.
- Penuhkan Tangki: Selalu isi penuh tangki saat menyimpan motor untuk meminimalkan kondensasi dan akumulasi air.
- Gunakan Stabilizer (Jika Disimpan Lama): Jika menyimpan motor lebih dari sebulan, gunakan fuel stabilizer yang dirancang khusus untuk bahan bakar etanol. Isi tangki hingga 90%, tambahkan stabilizer, dan jalankan mesin selama lima menit agar bahan bakar yang diberi perlakuan bersirkulasi.
- Monitor Gejala Awal: Perhatikan kesulitan menghidupkan mesin, mesin tersendat, idling kasar, atau bau bahan bakar yang mengindikasikan kemungkinan kebocoran.
Untuk Motor Tua (Karburator, Sebelum 2010)
Motor tua membutuhkan perhatian lebih cermat dan mungkin memerlukan intervensi yang signifikan:
- Pemeriksaan Rutin Mekanik: Minta mekanik tepercaya memeriksa selang bahan bakar (retak, melunak), filter bahan bakar, jet dan saluran karburator, serta bagian dalam tangki bahan bakar (karat/korosi).
- Upgrade Komponen: Pertimbangkan untuk mengganti komponen dengan versi tahan etanol:
- Ganti selang bahan bakar karet dengan yang tahan etanol.
- Pasang filter bahan bakar dengan pemisah air (water separator).
- Pertimbangkan pelapisan atau penyegelan tangki bahan bakar baja.
- Aditif Bahan Bakar: Gunakan aditif perawatan etanol yang dirancang khusus untuk mencegah pemisahan fasa, menghambat korosi, dan membersihkan komponen sistem bahan bakar.
- Opsi Bahan Bakar Premium: Jika Pertamina tetap menyediakan opsi premium rendah etanol atau bebas etanol (seperti Pertamax Turbo), pertimbangkan untuk menggunakannya. Ya, biayanya lebih mahal, tetapi berpotensi menghemat biaya perbaikan yang mahal, terutama untuk motor berkarburator.
- Penyimpanan Jangka Panjang: Untuk penyimpanan tiga bulan atau lebih, kuras tangki bahan bakar sepenuhnya dan jalankan mesin hingga mati untuk mengosongkan karburator, atau gunakan fuel stabilizer dan ikuti prosedur penyimpanan yang benar.
- Servis Karburator Lebih Sering: Servis karburator lebih sering (misalnya, setiap enam bulan daripada setiap tahun).
Untuk Semua Pengendara
- Beli dari SPBU Terpercaya: Beli bahan bakar hanya dari SPBU terkemuka (Pertamina atau SPBU mapan lainnya), hindari penjual pinggir jalan yang meragukan.
- Jaga Kebersihan Tangki: Bersihkan tangki secara berkala dari karat, kotoran, atau sedimen. Pertimbangkan pembersihan tangki profesional jika ada dugaan kontaminasi.
- Dokumentasikan: Catat kinerja motor Anda. Perhatikan kapan Anda mulai menggunakan E10, catat perubahan performa, dan laporkan masalah yang berkelanjutan kepada dealer atau pabrikan Anda.
Apakah Ini Akan Berdampak pada Pasar Motor Bekas?
Kebijakan E10 kemungkinan akan menimbulkan riak di pasar motor bekas Indonesia.
Nilai Jual Lebih Tinggi Akan Diberikan Pada:
- Motor injeksi pasca-2010 yang kompatibel dengan E10.
- Motor yang terawat baik dengan riwayat servis yang didokumentasikan.
- Motor yang sistem bahan bakarnya baru-baru ini ditingkatkan (misalnya, selang tahan etanol baru).
Potensi Penurunan Nilai Jual Dapat Memengaruhi:
- Motor berkarburator pra-2010 yang dianggap berisiko.
- Motor tua yang kondisinya kurang terawat.
- Motor yang disimpan lama tanpa manajemen bahan bakar yang tepat.
Dr. Budi Santoso, peneliti otomotif di Universitas Indonesia, memprediksi bahwa “Pengenalan E10 akan mempercepat tren yang sudah berkembang menuju motor injeksi yang lebih baru di pasar bekas. Pembeli akan membayar lebih mahal untuk ketenangan pikiran bahwa motor mereka tidak akan mengalami masalah kompatibilitas bahan bakar.”
Penjual cerdas akan mulai mengiklankan “Sistem bahan bakar kompatibel E10,” “Selang tahan etanol baru diganti,” atau “Model 2018 – siap E10 dari pabrik” sebagai nilai jual premium.
Menemukan Motor Bekas yang Andal di Era E10
Saat Indonesia bertransisi ke bahan bakar E10, memilih motor yang tepat—baik baru maupun bekas—menjadi lebih penting. Di sinilah MoFE (www.mofe.co.id) memberikan solusi berharga bagi pengendara motor Indonesia yang khawatir tentang kompatibilitas E10 dan keandalan motor secara keseluruhan.
- Jaringan Dealer Terverifikasi MoFE: Semua dealer telah disaring dan diverifikasi, beroperasi secara profesional dan akuntabel, yang mengurangi risiko membeli motor dengan masalah sistem bahan bakar tersembunyi.
- Informasi Transparan: Platform ini menyediakan spesifikasi kendaraan yang lengkap dengan tahun dan jenis sistem bahan bakar, serta kemampuan untuk memverifikasi kompatibilitas E10 sebelum membeli.
- Tawar Cepat (Quick Bid): Sistem ini memungkinkan beberapa dealer terverifikasi menawar motor Anda. Pendekatan kompetitif ini memastikan harga pasar yang wajar tanpa perlu khawatir E10 memengaruhi negosiasi—pasar yang memutuskan.
Intinya: Tetap Waspada, Bukan Panik
Kebijakan bahan bakar E10 di Indonesia mewakili perubahan signifikan, tetapi ini bukan bencana bagi pengendara motor. Dengan pengetahuan dan tindakan pencegahan yang tepat, sebagian besar motor Indonesia akan bertransisi dengan lancar.
- Motor modern (setelah 2010) umumnya kompatibel dengan E10 dan minim kekhawatiran.
- Motor tua mungkin memerlukan inspeksi, perawatan, atau peningkatan komponen, tetapi intervensi ini dapat dikelola.
- Berkendara secara teratur adalah perlindungan terbaik terhadap masalah terkait etanol, karena bahan bakar tidak sempat mengendap terlalu lama.
- Perawatan proaktif—termasuk inspeksi sistem bahan bakar, penggunaan stabilizer, dan pemantauan performa—mencegah sebagian besar masalah potensial.
Seperti yang kini dipahami oleh Agus, sang mekanik dari Tangerang: “E10 bukanlah sesuatu yang harus membuat panik, tetapi harus dipersiapkan. Periksa sistem bahan bakar Anda, kendarai secara teratur, dan pilih motor Anda berikutnya dengan bijak.”
Baik Anda membeli, menjual, atau sekadar merawat motor Anda saat transisi E10 di Indonesia, platform seperti MoFE (www.mofe.co.id) memberikan transparansi, keandalan, dan layanan profesional yang pantas didapatkan oleh pengendara motor Indonesia.
Masa depan bahan bakar Indonesia berubah—tetapi dengan informasi yang tepat dan mitra yang andal, perjalanan motor Anda akan terus berjalan lancar.
Lifestyle
Review Film
Berita Terkini
Berita Terkini
Berita Terkini
review anime
Gaming Center
Berita Olahraga
Lowongan Kerja
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Berita Politik
Resep Masakan
Pendidikan
